Setiap orang bisa berbuat baik
ketika diperlakukan dengan baik
tapi tidak semua mampu berbuat baik
ketika diperlakukan tidak baik
Perlakuan buruk dan ketidakadilan
penghinaan dan penistaan
menguji kualitas iman dan akhlak
apakah seseorang benar-benar bijak
Para bijak berkata:
“Wa idza aḥsanta liman asa’a ilaika
fa anta almu’minus-safiy.”
apabila engkau berbuat baik
kepada orang yang menyakitimu
engkau hamba beriman yang jernih hatinya
Karena reaksi yang bersifat naluriah
membalas perlakuan yang setimpal
dengan membuat orang lain susah
melalui tindakan yang emosional
Tapi ketika akhlak jadi pengendali
naluri itu akan beranjak pergi
melupakan rasa sakit dan kecewa
sebelum tumbuh subur di dalam dada
Maka tidak ada plihan lain
kecuali kita harus yakin
bahwa kemampuan menahan diri
membalas hinaan dengan hinaan
membalas kejahatan dengan kejahatan
adalah akhlak yang sangat terpuji
Malang, 27 Januari 2026
Salam sehat,
M. Sinal