Lisan bergerak secepat sentuhan layar
Kata-kata bijak menjadi menu sehari-hari
Di balik kata indah yang terdengar benar
Manusia kian terasing dengan dirinya sendiri
Senyum jos-jis mengilap di permukaan
tetapi rapuh bagai cermin dipenuhi kotoran
untuk menyesuaikan diri dengan sekitarnya
berpura-pura dengan tampak baik-baik saja
Gaya hidup dipoles
realitas pun dikemas
dengan ekspresi lebay
dibuat agar tampak slay
Senyum menjadi sarana estetika
bukan lagi ruang kejujuran
seolah sedang membuat pesta kecil
untuk menutupi jiwanya yang kerdil
Tertawa bersama-sama
Tetapi kebingungan saat sendirian
Apalagi setelah sorot kamera tiada
Seperti konfeti yang dibuang ke selokan
Fenomena itu terjadi
Berjalan tanpa kita sadari
Senyum jos-jis hadir sebagai permainan
Menutup hati yang merindukan keaslian
Malang, 5 Januari 2026
Salam Sehat,
M. Sinal