Tidak sedikit orang berpikir baik
tetapi hatinya kusut
Ada pula yang hatinya lembut
namun tidak sedikit berpikir picik
Antara pikiran dan hati
seharusnya saling melengkapi
janganlah fokus membangun persepsi
hanya melihat dari satu sisi
Pikiran tanpa hati
melahirkan keputusan yang sia-sia
Hati tanpa pikiran
melahirkan keputusan yang tidak bijaksana
Fenomena sosial yang terjadi saat ini
begitu mudah orang saling menghakimi
satu kesalahan kecil
dapat membuat seseorang terkucil
Diserang habis-habisan
jadi alasan untuk dihancurkan
bahkan ruang publik sampai dipenuhi
oleh hinaan dan caci maki
Seolah-olah tidak ada kesempatan
untuk merapikan isi pikiran
padahal masih banyak yang perlu dibenahi
terutama pikiran dan hatinya sendiri
Jalaluddin Rumi pernah mengingatkan:
hati itu luas, tapi bukan berarti
semua urusan bisa kau masukkan
pilihlah urusan yang pantas, yang kau yakini
bisa mendatangkan kebahagiaan
agar engkau tidak sering terluka
oleh ucapan dan tindakan yang sia-sia
Malang, 23 Desember 2025
Salam Sehat,
M. Sinal