Journalnusantara.com, Cianjur - Kegiatan Sekolah Kader KOPRI (SKK) IV yang diselenggarakan oleh KOPRI PC PMII Kabupaten Cianjur menjadi ruang strategis bagi kader perempuan PMII untuk memperdalam pemahaman ideologis dan arah gerakan organisasi. Salah satu materi penting yang saya ikuti dalam kegiatan ini adalah Arah Gerak KOPRI, yang memberikan gambaran utuh tentang orientasi, tantangan, serta masa depan gerakan KOPRI di tengah dinamika zaman.
Melalui materi ini, saya memahami bahwa KOPRI hadir bukan sekadar sebagai wadah berhimpun perempuan PMII, tetapi sebagai ruang pemberdayaan yang bertujuan melahirkan perempuan muslim Indonesia yang berilmu, berakhlak, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen kuat terhadap perjuangan bangsa. Arah gerak KOPRI menegaskan pentingnya profesionalisme, kebangkitan intelektual, serta penguatan nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dalam setiap gerakan.
Arah gerak ini juga menekankan bahwa kader KOPRI harus memiliki daya tahan dan kepekaan sosial yang tinggi. Kader tidak hanya dituntut aktif di ruang internal organisasi, tetapi juga mampu membangun koalisi dengan masyarakat, mendampingi mereka dalam berbagai kondisi, serta hadir sebagai agen perubahan yang solutif. Hal ini menjadi refleksi penting bagi saya sebagai kader agar tidak terjebak pada gerakan simbolik, melainkan gerakan yang benar-benar berdampak.
Selain itu, KOPRI didorong untuk terus melakukan pembaruan organisasi melalui sistem yang meritokratis, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor. Tantangan zaman seperti media sosial, pengaruh budaya populer, hingga kompetisi global harus dijawab dengan peningkatan kapasitas kader, baik secara intelektual, kepemimpinan, maupun keterampilan profesional.
Materi arah gerak KOPRI juga membuka wawasan saya tentang pentingnya inklusivitas, kesadaran lingkungan, keterlibatan politik yang cerdas, serta pemberdayaan ekonomi perempuan. Semua ini menjadi bagian dari cita-cita besar KOPRI untuk melahirkan perempuan yang berdaya di atas kaki sendiri, berdaya bersama organisasi, dan mampu bersaing di tingkat global.
Melalui SKK IV ini, saya semakin meyakini bahwa KOPRI adalah ruang strategis untuk menempa diri, memperluas perspektif, dan meneguhkan komitmen perjuangan. Arah gerak KOPRI menjadi kompas bagi kader perempuan PMII agar tetap konsisten bergerak, relevan dengan zaman, dan setia pada nilai-nilai perjuangan.
Perempuan Berdaya, KOPRI Digdaya.
Penulis: Siti Ajijah
Kader KOPRI PMII STAI Al-Azhary Cianjur