Selain itu, olahraga memiliki pengaruh positif terhadap profil kolesterol Anda.
Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL ("kolesterol baik") dan menurunkan kadar LDL serta trigliserida, yang semuanya berperan penting dalam pencegahan aterosklerosis dan komplikasi jantung lainnya.
Mengendalikan Berat Badan, Gula Darah, dan Stres
Tak hanya berdampak langsung pada jantung, olahraga juga memainkan peran penting dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan cara mengatur berat badan dan gula darah.
Aktivitas fisik meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu tubuh menggunakan glukosa secara lebih efektif, sehingga dapat mengurangi risiko obesitas dan diabetes, dua kondisi yang menjadi faktor pemicu penyakit jantung.
Tak hanya itu, olahraga juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, yang diketahui dapat memberi beban tambahan pada jantung melalui peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan gangguan kecemasan atau depresi bisa mendapatkan manfaat kardiovaskular yang jauh lebih besar dari aktivitas fisik dibandingkan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.
Baca Juga: Tersangka Sopir MBG Penabrak Siswa SDN Kalibaru 01, Terancam 5 Tahun Penjara
Berdasarkan pedoman dari American Heart Association (AHA), orang dewasa dianjurkan untuk melakukan aktivitas aerobik atau kardio minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, atau 75 menit dengan intensitas tinggi.
Selain itu, latihan kekuatan tubuh juga disarankan sekitar dua kali seminggu.
Penelitian juga menekankan bahwa frekuensi olahraga yang optimal untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi kesehatan jantung adalah 3 hingga 5 sesi per minggu, terutama untuk aktivitas aerobik yang terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.
Hati-hati, Jangan Berlebihan
Meskipun berolahraga secara rutin memiliki banyak manfaat, penting untuk diingat bahwa intensitas atau durasi olahraga yang berlebihan, terutama latihan ketahanan ekstrem, dapat memberi tekanan berlebih pada jantung dan bahkan meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko tinggi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Malut United vs Persib: Tayang Jam Berapa, dan di Mana?