Hari ini, 5 Oktober,
kita kenang darah para pejuang,
dan air mata yang tak sia-sia terbuang,
demi Ibu Pertiwi,
demi negeri yang kita cintai
Di tengah kabut perjuangan,
berdiri sosok sebagai teladan,
tubuhnya rapuh,
namun pendiriannya teguh,
dialah Jenderal Sudirman,
prajurit sejati menjadi kebanggaan
“Perjuangan kita belum selesai,” katanya,
dengan napas berat, namun penuh cahaya
“Selama masih ada penindasan,
selama masih ada ketidakadilan,
di sanalah tugas seorang prajurit berada.”
Bukan pangkat yang membuat mulia,
tapi iman yang menjadi senjata
Bukan kekuatan baja yang menaklukkan musuh,
melainkan keyakinan bahwa Tuhan tak pernah jauh
Prajurit sejati tak lahir dari istana,
tapi dari tanah, peluh, dan doa rakyatnya
Mereka berbaris bukan untuk pamer kuasa,
tapi menjaga agar merah putih berkibar selamanya
Dalam setiap langkah pasukan,
ada pesan sang Jenderal yang abadi:
“Jangan sekali-kali meninggalkan iman,
karena tanpa iman, perjuangan kehilangan arti.”
Malang, 5 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal