Pagi belum sempurna cahaya
Tapi sudah ramai tafsir dan renungan
Agar lidah-lidah tidak membakar, laksana api
Agar kata-kata tidak melukai, seperti pisau
Aku menepi,
Mencari makna dari diam yang tak dibaca
Karena tak semua sunyi itu sia-sia
Ada diam yang sedang menanam hikmah
Menunggu saat yang paling jernih
Untuk berkata secukupnya, seperlunya
Menoleh ke jejak para bijak
Mereka tak berebut bicara
Karena tahu,
Kebenaran bukan soal siapa paling cepat
Tapi siapa paling sabar menunggu waktu yang tepat
Mereka diam bukan takut
Tapi karena kata-kata terlalu berarti
Untuk dilontarkan sembarangan
Karena lisan yang belum basah oleh zikir
Bisa menjadi senjata yang lebih bahaya dari nuklir
Mereka diam bukan pengecut
Dengan dada yang pelan-pelan menjadi teduh
Karena mengerti:
Tidak semua perlawanan butuh teriakan
Tidak semua kebenaran butuh pembelaan
Betapa mulia diamnya orang bijak
Yang menolak jadi panggung
Di tengah pasar opini
Yang memilih jadi akar
Saat semua ingin jadi bunga
Malang, 6 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal