Tuhan telah mengingatkan kita:
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
sampai kamu masuk ke dalam kubur”
Tidak ada yang dapat menyelamatkanmu
Kecuali amal baik, sebelum masuk kubur
Dalam lembaran waktu yang terus berputar
Manusia kerap menjadi mahluk paling pintar
Namun terperangkap dalam bayang ilusi
Oleh keserakahan yang diciptakan sendiri
Individu-individu hanya mengukur kebahagiaan
Dari seberapa banyak yang bisa digenggam
Sehingga mereka telah mengabaikan
Nikmat Tuhan yang tak pernah padam
Keserakahan bukan sekadar akumulasi materi
Tapi penyakit jiwa, perlahan mengikis nurani
Yang dibungkus dengan sejumlah kesibukan
Dengan merek yang dinamakan kemajuan
Bumi yang kita pijak
Seakan-akan milik segelintir orang
Rakyat kecil tak mampu menolak
Kecuali harus siap kehilangan ladang
Mereka benar-benar lupa
Bahwa hidup hanyalah sementara
Bermegah-megahan hanya fatamorgana
Akan memudar, ketika tanah memeluknya
Malang, 16 Juni 2025
Salam sehat,
M. Sinal