Berpuasa di bulan suci,
menahan haus, menahan lapar
Bukan sekadar tubuh diuji,
namun hati dilatih sabar
Daun kering melayang pelan
Dibawa angin menari-nari
Terombang-ambing keimanan
Bila tiada keteguhan hati
Keheningan menjadi saksi
Di setiap doa terlantun mesra
Mengingatkan hati nurani
Supaya hidup tak sia-sia
Di ufuk langit yang sunyi
Perlahan mentari menepi
Menyisakan cahaya senja
Serta usia yang tersisa
Berlayar perahu di tepi muara
Angin berbisik lirih merayu
Waktu berlalu tiada terasa
Mendekati titik yang kita tuju
Sehingga tidak pilihan lain
Kecuali kita harus yakin
Bahwa semua pasti kembali
Ke pangkuan Yang Maha Suci
Malang, 11 Maret 2025
Salam sehat,
M. Sinal