Dari singgasana Mahkamah Konstitusi
Ada cahaya keadilan menyentuh hati
Mengurai gelap yang sekian lama
Dirasakan oleh sejumlah abdi negara
Agar mereka dapat bersuara
Di hadapan majelis hakim yang mulia
Demi tegaknya hukum dan keadilan
Demi membela mereka yang terpinggirkan
Dalam sunyi yang hampir menjadi kekal
Ada cahaya keadilan dari singgasana itu
Dari sanalah cahaya keadilan itu berawal
Membebaskan abdi negara dari belenggu
Lidah mereka yang diikat oleh regulasi
Kini terlepas oleh sentuhan hati nurani
Setelah Mahkamah itu membuka jalan
Dengan palu di persidangan
Semua bagai janji
Bahwa keadilan akan terus hidup
Merambat dalam hati yang berani
Bahwa keadilan tidak pernah redup
Ada cahaya di sanggasana itu
Cahaya keadilan pelepas belenggu
Agar abadi negara tak lagi takut
Membela hak mereka yang terenggut
Malang, 7 Januari 2025
Salam sehat,
M. Sinal