JournalNusantara.com - Santan menjadi salah satu bahan masak yang cukup populer, khususnya di Asia. Meskipun dapat menambah cita rasa pada makanan, tetapi santan kerap dianggap menjadi pemicu kolesterol tinggi.
Padahal, jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, kita bisa merasakan berbagai manfaat dari bahan masakan ini jika dikonsumsi tak berlebihan.
Baca Juga: RS Cimalaka Sumedang Buka Lowongan Kerja, Ini Syaratnya!
Dilansir Hallodoc.com yang dilansir Senin (18/3/2024). Santan mengandung kalori yang cukup tinggi. Selain itu, ada berbagai kandungan nutrisi lain didalamnya. Berikut nutrisi dalam 240 gram santan segar, yaitu Kalori 552, Mangan: 110 persen, Magnesium 22 persen, Lemak 57 gram, Tembaga 32 persen, Zat besi 22 persen, Protein 5 gram, Potasium 18 persen, Karbohidrat 13 gram, Folat 10 persen, Serat 5 gram, Vitamin C 11 persen dan Selenium 21 persen kebutuhan harian.
Baca Juga: Jus Mengkudu Baik untuk Kesehatan Kulit
Umumnya, kalori terdapat di dalam lemak. Selain itu, perlu kamu waspadai bahwa bahan makanan ini mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Dengan begitu, jumlah penggunaannya harus lebih diperhatikan.
Santan berasal dari daging buah kelapa tua. Daging kelapa akan diparut atau dihaluskan, kemudian dicampur menggunakan air. Setelah itu, campuran daging kelapa parut dan air diperas untuk mendapatkan santan. Jika kamu menginginkan santan yang kental, gunakan sedikit air untuk campuran pada parutan kelapa. Sedangkan jika kamu ingin santan yang encer, kamu bisa menambahkan air sedikit lebih banyak.
Baca Juga: Ciptakan Kondusifitas Bulan Ramadan, Polres Cianjur Rutin Gelar Patroli
Mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan santan, ternyata mampu membantu untuk meningkatkan kadar kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL) dalam tubuh.
Dengan meningkatkan jumlah HDL, maka kamu bisa menurunkan kadar low density lipoprotein (LDL) dalam tubuh. LDL yang tinggi berkaitan dengan penyakit kolesterol dan gangguan jantung.
Sebuah penelitian dalam Journal of Nutrition and Metabolism meneliti 60 pria yang selama delapan minggu mengonsumsi makanan mengandung santan. Hasilnya, santan mampu menurunkan kadar kolesterol jahat daripada pengonsumsian makanan dengan susu kedelai.
Makanan dengan santan meningkatkan kolesterol baik sebesar 18 persen, sedangkan susu kedelai hanya meningkatkan 3 persen kolesterol baik.
Semoga bermanfaat.***
Sumber : Hallodoc.com