Journalnusantara.com, Kamboja - Saat laga Timnas Indonesia U-22 vs Timor Leste pada lanjutan SEA Games 2023, Ahad (07/05/2023), nampak terlihat ada beberapa suporter Garuda asli Kamboja.
Ahmath bin Osman namanya, bersama istri dan seluruh keluarga besar sengaja menyaksikan laga Timnas Indonesia U-22 karena satu hal yaitu satu rasa.
“Karena kami cinta Indonesia dan kami semua Muslim dari suku Cham,” kata Ahmath.
“Jadi kami support Timnas Indonesia U-22 atas solidaritas sesama Muslim. Kami belum pernah ke Indonesia tetapi kita saudara," ucapnya.
Baca Juga: Renovasi Jembatan, Pemkot Bogor Tutup Jalan Otista
Ahmath bin Osman dan keluarganya menunggu tiket di gerbang utama Olympic Stadium. Ia mendapat informasi bahwa ada pembagian tiket.
Kami memberitahu mereka bahwa distribusi tiket pada laga Timnas Indonesia U-22 hanya berkisar 150 tiket saja.
Padahal saat laga lawan Myanmar, Permika (Perhimpunan Masyarakat Indonesia di Kamboja) mendapatkan jatah 1000 tiket dari KBRI di Kamboja.
Sekilas Tentang Suku Cham, Kamboja
Dilansir dari berbagai sumber, komunitas Muslim di Kamboja, umumnya dikenal sebagai "Cham", berasal dari pengungsi dari Kerajaan kuno Champa yang melarikan diri dari Vietnam tengah 500 tahun yang lalu.
Komunitas tersebut telah menghadapi dua periode utama penganiayaan yang dramatis. Yang pertama dimulai dengan akhir kerajaan Champa pada abad ke-16, ketika Cham, yang sebagian besar adalah Sunni, dianiaya dan dibunuh, sehingga harus bermigrasi ke negara Kamboja.
Baca Juga: Bencana Longsoran Tanah di Cilame, Bupati Subang Sigap Sambangi Korban
Pada masa modern, umat Islam di Kamboja mendapat pengaruh besar dari Melayu. Banyak orang Kamboja yang beragama Islam belajar Al-Quran ke Kelantan, Malaysia.
Islam menjadi agama minoritas yang paling banyak pengikutnya di Kamboja, yakni sebesar 2 persen saja. Itu masuk akal karena populasi grup etnik Cham juga mencapai 2,4 persen.