life-style

Ingin Anak Kuat Mental? Stop Lakukan 5 Hal Ini Kepadanya

Selasa, 22 November 2022 | 07:33 WIB
Self-talk positif orang tua terhadap anak sangat penting untuk menjaga kesehatan mental anak (cottonbro)

 


JournalNusantara.com - Menjadi orang tua adalah hal yang paling membahagiakan. Karena, orang tua akan melihat pertumbuhan dan perkembangan si Kecil secara bertahap.

Namun, ada beberapa hal yang harus siapkan agar kelak anak dapat tumbuh sehat dan aktif. Beberapa hal yang harus orang tua siapkan adalah kesehatan dan kecerdasan si Kecil.

Dua hal di atas bisa disiapkan dengan memberikan asupan nutrisi yang baik untuk tingkatkan imunitasnya. serta mendidik si Kecil dengan sabar.

Baca Juga: Cianjur Rumah Zakat Kirimkan Bantuan Korban Gempa

Selain dua hal di atas, ternyata memiliki mental yang kuat merupakan bekal yang penting agar anak dapat memiliki mengatasi hambatan-hambatan di kemudian hari.

Berikut adalah beberapa cara melatih mental kuat anak agar menjadi berani dan mandiri yakni antara lain :
1. Beranggapan Anak laki-laki tidak perlu melakukan pekerjaan domestik
Banyak diantara pola asuh orang tua terhadap anak laki-laki kurang memperhatikan bahwa anak laki-laki tidak boleh ikut terjun dalam urusan pekerjaan domestik rumah tangga.

Misalanya saja ketika anak laki-laki mencoba permainan masak-masakan, tidak jarang orang tua melarang keras kegiatan tersebut.

Padahal anak laki-laki bisa memasak adalah keahlian yang perlu di miliki untuk kehidupan masa depannya agar tidak terlalu bergantung terhadap orang lain.

Baca Juga: BPBD Rilis Data Korban Gempa, 162 Meninggal, Luka Berat 326 Orang

2. Menuntut anak Laki-laki memendam Emosi
Banyak dari orang tua menanamkan pada anak laki-lakinya untuk memendam emosinya seperti contohnya ‘anak laki-laki tidak boleh menangis, seperti peremuan saja’!

Sehingga ketika itu tertanam dalam bawah sadarnya akan merasa ia lemah ketika menangis.

Padahal anak laki-laki juga boleh mengeluarkan emosinya, salah satunya dengan menangis.

3. Tidak memberikan contoh yang baik dalam memperlakukan perempuan

Memberi Gender Stereotype pada anak dengan jenis kelamin berbeda merupakan bagian kesalahan dalam mendidik anak usia dini.
Seperti halnya membeda-bedakan aktivitas anak perempuan dan laki-laki, jika pada anak laki-laki sering di larang main masak-masakan.

Halaman:

Tags

Terkini

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB