JournalNusantara.com - Menjadi orang tua adalah hal yang paling membahagiakan. Karena, orang tua akan melihat pertumbuhan dan perkembangan si Kecil secara bertahap.
Namun, ada beberapa hal yang harus siapkan agar kelak anak dapat tumbuh sehat dan aktif. Beberapa hal yang harus orang tua siapkan adalah kesehatan dan kecerdasan si Kecil.
Dua hal di atas bisa disiapkan dengan memberikan asupan nutrisi yang baik untuk tingkatkan imunitasnya. serta mendidik si Kecil dengan sabar.
Baca Juga: Cianjur Rumah Zakat Kirimkan Bantuan Korban Gempa
Selain dua hal di atas, ternyata memiliki mental yang kuat merupakan bekal yang penting agar anak dapat memiliki mengatasi hambatan-hambatan di kemudian hari.
Berikut adalah beberapa cara melatih mental kuat anak agar menjadi berani dan mandiri yakni antara lain :
1. Beranggapan Anak laki-laki tidak perlu melakukan pekerjaan domestik
Banyak diantara pola asuh orang tua terhadap anak laki-laki kurang memperhatikan bahwa anak laki-laki tidak boleh ikut terjun dalam urusan pekerjaan domestik rumah tangga.
Misalanya saja ketika anak laki-laki mencoba permainan masak-masakan, tidak jarang orang tua melarang keras kegiatan tersebut.
Padahal anak laki-laki bisa memasak adalah keahlian yang perlu di miliki untuk kehidupan masa depannya agar tidak terlalu bergantung terhadap orang lain.
Baca Juga: BPBD Rilis Data Korban Gempa, 162 Meninggal, Luka Berat 326 Orang
2. Menuntut anak Laki-laki memendam Emosi
Banyak dari orang tua menanamkan pada anak laki-lakinya untuk memendam emosinya seperti contohnya ‘anak laki-laki tidak boleh menangis, seperti peremuan saja’!
Sehingga ketika itu tertanam dalam bawah sadarnya akan merasa ia lemah ketika menangis.
Padahal anak laki-laki juga boleh mengeluarkan emosinya, salah satunya dengan menangis.
3. Tidak memberikan contoh yang baik dalam memperlakukan perempuan
Memberi Gender Stereotype pada anak dengan jenis kelamin berbeda merupakan bagian kesalahan dalam mendidik anak usia dini.
Seperti halnya membeda-bedakan aktivitas anak perempuan dan laki-laki, jika pada anak laki-laki sering di larang main masak-masakan.