life-style

Fita Isnaeni, Dara Cantik Asal Purbalingga Ungkap Perjuangan Menjadi Model Hijab

Sabtu, 12 November 2022 | 21:59 WIB
Fita Isnaeni, dara cantik asal Purbalingga (Instagram @fitaisnn)

Journalnusantara.com, Purbalingga - Nama lengkapnya Fita Isnaeni yang akrab dipanggil Fita, gadis cantik kelahiran Purbalingga Jawa Tengah, 23 November 1998, kini ia menggeluti dalam dunia modeling hijab sebagai Freelance Model.

"Sebenarnya tidak ada cita-cita sebagai model atau terjun di dunia model seperti sekarang. Aku anak pertama dari 3 bersaudara dan berasal dari keluarga sederhana, ayah bekerja sebagai kondektur bus dan ibu sebagai penjahit," katanya kepada wartawan, Sabtu (12/11/2022).

Ia mengatakan, lulus SMA awalnya berniat kuliah dengan catatan mencari yang gratis. Namun, nasib berkata lain, setelah mengikuti semua proses seleksi dibeberapa universitas belum lolos.

"Tidak mungkin bagi aku ambil jalur mandiri karena biayanya pasti mahal, sedangkan adik-adikku pun saat itu masuk SMA dan SMP karena jarak kami tidak terlalu jauh. Mungkin jika aku ambil pun orangtua aku gak akan keberatan mereka pasti support 100% hanya saja aku tidak tega akhirnya memutuskan untuk mencari kerja saja. Ternyata tidak segampang itu mencari pekerjaan apalagi berbekal ijazah SMA. Tahun 2018 aku memutuskan jualan online berupa kaos," ucap pemilik akun instagram @fitaisnn

Fita menyampaikan, saat awal mula berjualan ia mengambil barang-barang tersebut berasal dari distributor di Yogjakarta, lalu promosinya dishare di sosial media seperti instagram, facebook dan whatsapp.

"Suatu hari temanku melihat foto yang dipakai untuk promosi jualan online, lalu mengajak membuat film pendek diyoutube. Sampai beberapa kali ditolak karena aku termasuk orang yg kurang percaya diri. Setelah dibujuk akupun bersedia hingga film itu tayang teryata ada seseorang pemilik produk yg melihatku lalu dihubungi untuk foto produk. Semua diawali dari sini kuputuskan mengaktifkan kembali instagramku dan membuat konten konten yg lebih menarik," ujarnya.

Putri dari pasangan Robet Cahyadi dan Farida menerangkan, tentunya tidak secepat yang dilihat, semua harus melalui halangan dan rintangan. Pose terlalu kaku dan makeup kadang kurang di kamera menjadi kritik-kritik yang harus terus dipelajari setiap harinya.

"Step by step ternyata dibutuhkan kemampuan berbicara juga yang harus kupelajari, karena aku memang bukan orang yang punya percaya diri baik dari awal. Hampir aku menyerah tapi kembali kulihat adikku harus belajar dan terus belajar sampai saat ini," ucapnya.

Menurutnya, untuk jadi model tidak pernah terlintas dibenaknya, tetapi tenyata jalan Allah menunjukan di situ. "Akupun sempat bekerja di perusahaan CV Kompo Motor Honda Purbalingga dan LPK Mardizu Sejahtera Cikarang. Banyak waktu luang aku manfaatkan mencari ilmu seperti kursus komputer dan belajar tentang kepemanduan wisata, dan belajar tentang fotografi," ungkapnya.

Dalam menjalani dunia modeling, Fita merasakan kebahagiaan dalam menjalaninya, karena bisa berdiri sendiri dengan meningkatkan kreativitas, mengupgrade diri dengan hal hal postif dan selalu dapat tantangan baru.

"Dukanya mungkin dikalangan masyarakat masih di pandang sebelah mata profesi model. Padahal aku disini hanya mengambil job model berhijab tetapi mereka masih memandang sama bahwa semua model negatif. Selain itu, apapun keadaan dan perasaanku saat pengambilan foto atau video, aku harus sesuaikan moodku untuk tetap baik di hadapan kamera," imbuhnya.

Dirinya mengajak generasi muda untuk menjalani, menikmati dan mensyukuri kehidupan. Jika rencana kita tidak sesuai dengan kenyataan tetaplah bersyukur jangan patah semangat. Jalani apa yang terjadi dan selalu belajar untuk hal-hal yang positif.

"Untuk perempuan khususnya, yuk ciptakanlah prestasi, belajarlah berdiri dengan hasil karya sendiri dan naikan valuemu serta tunjukkan perempuan itu hebat, keren, tidak lemah, tetapi tetap lemah lembut, pandai menghargai dan menghormati orang lain," tandasnya dengan senyuman manis dan optimis.

Tags

Terkini

Mutiara Pagi: Ikhtiar (Bagian 2230)

Kamis, 4 Juni 2026 | 06:52 WIB

Mutiara Pagi: Ucapan (Bagian 2229)

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Diam atau Bersuara (Bagian 2228)

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:02 WIB

Mutiara Pagi: Ruang Perjumpaan (Bagian 2227)

Senin, 1 Juni 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:11 WIB

Mutiara Pagi: Logika (Bagian 2225)

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Simfoni Kerinduan (Bagian 2224)

Jumat, 29 Mei 2026 | 06:30 WIB

Mutiara Pagi: Manusia Paripurna (Bagian 2223)

Kamis, 28 Mei 2026 | 07:17 WIB

Mutiara Pagi: Delapan Benda Langit (Bagian 2221)

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:56 WIB

Mutiara Pagi: Musik dan Kehidupan (Bagian 2220)

Senin, 25 Mei 2026 | 07:45 WIB

Mutiara Pagi: Tangan Langit (Bagian 2219)

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:20 WIB

Mutiara Pagi: Istiqomah Terberat (Bagian 2218)

Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:09 WIB

Mutiara Pagi: Menulis Kisah (Bagian 2216)

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:43 WIB

Mutiara Pagi: Siklus Kehidupan ( Bagian 2215)

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Kata-kata Manusia (Bagian 2214)

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mutiara Pagi: Kesibukan (Bagian 2212)

Minggu, 17 Mei 2026 | 08:32 WIB