Journalnusantara.com, Kota Banjar - Dalam kesempatan kali ini, kita jalan-jalan dulu ke Kota Banjar, Jawa Barat, untuk mewawancarai gadis cantik yang aktif berorganisasi dengan nama lengkap Renita, yang biasa dipanggil dengan sebutan Rere.
Diketahui, Rere baru saja terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Jawa Barat dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) di Sumedang, pada Jumat-Ahad (19-21/05/2023).
"Pekerjaan saya freelance, namun saat ini lebih banyak stay dan beraktivitas di sekretariat PWNU Provinsi Jawa Barat," kata Rere kepada wartawan, Selasa (23/05/2023).
Putri dari pasangan Bapak Muhasim dan Ibu Salbiah menyampaikan kegiatan rutin yang sering dilakukan selama berorganisasi banyak sekali, mulai dari organisasi keterpelajaran sampai kemasyarakatan.
"Saat ini, saya pun ikut aktif dalam satu media bernama kutub.id yang menjadi wadah bagi perempuan, khususnya pelajar putri NU untuk mengekspresikan dirinya melalui karya tulis yang edukatif," ujar perempuan yang berasal dari Citangkolo, Kota Banjar.
Baca Juga: Wapres RI Sebut Sumber Daya Manusia Modal Penting Pembangunan Bangsa
Pemilik akun Instagram @its.merere menyatakan bahwa sejak kecil ia menempuh pendidikan dan turut bertumbuh di Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar Citangkolo yang menjadi jantungnya NU di Kota Banjar.
"Saya di berikan arahan dan pesan oleh guru-guru sekaligus pengasuh yayasan untuk aktif dan membangkitkan semangat berorganisasi di Kota Banjar," terangnya.
Ia bercerita awal mulanya mengenal IPPNU sejak menjadi siswi di SMA Al-Azhar Banjar. Ia juga mengikuti Makesta di SMK Ma'arif Kota Banjar dan pernah ikut bergabung sebagai anggota PK IPPNU SMA Al-Azhar.
"Dari sanalah saya sedikit banyak mengenal IPPNU dan terus ditempuh hingga menjadi ketua PC IPPNU Kota Banjar dan pengurus Wilayah IPPNU Jawa Barat," bebernya.
Menurutnya, organisasi adalah wadah kita sebagai pelajar untuk mengekspresikan diri melalui ide, pikiran, gagasannya yang diwujudkan dalam suatu tindakan sehingga menghasilkan input dan output untuk organisasi, khususnya IPPNU.
"Untuk bisa sampai menikmati proses ini terkadang juga tidak mudah. Terkadang perlu waktu, tenaga, bahkan berpikir keras," tutur Mahasiswi S2 Magister Managemen Universitas Widyatama Bandung.
Baca Juga: Ridwan Kamil Hadiahi Dana Pendidikan bagi Siswa yang Patungan Beli Sepatu untuk Temannya
Maka dari itu, kata Rere, kita perlu mengubah pola pikir bahwa berorganisasi di IPPNU banyak sekali manfaatnya yang akan terus digunakan dalam kehidupan bermasyarakat.