Banyak orang berlari kencang
bangun pagi, berangkat kerja
berlomba-lomba mencari uang
meski tak benar-benar tahu untuk apa
Awalnya biasa saja
hanya ingin hidup layak
punya rumah sederhana
serta bisa menyekolahkan anak
Namun pelan-pelan
standar itu bergeser perlahan
bukan lagi soal cukup
melainkan tentang gaya hidup
Bukan lagi soal aman
melainkan soal gengsi
maka mulai membandingkan
dengan seesuatu yang orang lain miliki
Dari sinilah lomba dimulai
ingin posisi lebih bergengsi
jabatan naik, gaji besar
serta rumah yang lebih lebar
Tanpa disadari
semua itu merasuk ke dalam batin
mulai mengukur hidup sendiri
dengan penggaris milik orang lain
Rumah mewah
bukti bahwa tidak kalah
seakan-akan standar kebahagian
hanya ditentukan oleh kemewahan
Akibat yang terjadi
takut dengan kata “nanti”
bagaimana jika nanti
target tidak tercapai
jabatan sudah selesai
kemewahan pun telah usai
bukan siapa-siapa
kembali seperti semula
Malang, 23 Januari 2026
Salam sehat,
M. Sinal