Langit Surabaya temaram menyimpan kisah
Tentang jejak-jejak keberanian tak pernah lelah
Menyusuri jalan penuh darah dan peluh,
Demi mimpi dan negeri agar tetap utuh
Dari teluk Tokyo
Sekutu menuju Surabaya
Hingga pengibaran bendera di Hotel Yamato
Yang memicu kemarahan rakyat Surabaya
Membuat Raden Mas Tumenggung Suryo
Menggelorakan semangat lewat pidato
Disambut hangat oleh Bung Tomo
Dengan membakar semangat lewat radio
Bersama Mayjen purnawirawan Sungkono
Raden Muhammad Mangoendiprodjo
Mereka menyeru seluruh rakyat Surabaya
Untuk mepertahankan harga diri bangsa
Resolusi jihad pun berkumandang
Untuk melakukan perang suci
Seruan suci itu datang
Dari Kyai Haji Hasyim Asy’ari
Menyala di dalam dada
Untuk mempertahankan negeri tercinta
Angin mengantar bisikan rindu
Bagi yang gugur di pertempuran itu
Namanya terukir dan tetap abadi
Melebur jadi satu dalam pelukan Ibu Periwi
Malang, 8 November 2024
Salam sehat,
M. Sinal