life-style

Mengingat Kelahiran Rasulullah SAW- 01

Sabtu, 14 September 2024 | 05:57 WIB
Memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad 1446 H. (Pixabay.com)

Hal ini menunjukkan bahwa keistimewaan Rasulullah itu ada pada nilai. Bukan pada fisik (darah-daging). Dan sebagaimana kita ketahui nilai itu ada pada iman dan akhlak (ketakwaan). Sebagaimana disimpulkan dalam Al-Quran: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa”.

Teuladan bagi semua

Kenyataan bahwa beliau adalah manusia dengan kesempurnaannya menjadikan beliau ditetapkan sebagai Rasul dan nabi. Bahkan lebih jauh dijadikan sebagai tauladan bagi umat ini. “Sungguh Pada Rasulullah itu ada contoh tauladan bagi kalian semua”.

Sebagai manusia yang kesempurnaannya mencakup segalanya (segala sisi kehidupan manusia) maka sudah pasti ketauladanan beliau juga pastinya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Walaupun ketauladanan itu jika berhubungan dengan realita kehidupan yang secara konstan mengalami perubahan tidak harus dipahami secara hitam putih (black and white). Namun pada aspek manapun pastinya ketauladanan itu relevan.

Secara akidah tak disangkal baginda Rasul adalah tauladan terbaik dalam keimanan. Mengingatkan kita kepada kisah-kisah agung dalam sejarah perjuangan di masa hidupnya. Bagaimana ketika beliau meninggalkan rumahnya di malam perjalanan Hijrah. Bagaimana beliau ketika di dalam gua Tsur dan para algojo itu siap memenggal lehernya. Bagaimana beliau ketika diikuti oleh Suraqah. Bahkan bagaimana beliau ketika diintimidasi oleh kaum munafik jika pembesar Mekah telah mempersiapkan kekuatan dahsyat untuk menghancurkan umatnya.

Semua itu direspon dengan ketegaran iman dan ikhtiar maksimal: ما زادهم الا ايمانا وتسليما ( beliau justeru semakin bertambah dalam keimanan dan keislaman).

Dalam hal ketaatan dan ubudiyah barangkali kesaksian isteri beliau Aisyah menjadi ingatan yang dahsyat. Bagaimana beliau karena sujud yang panjang dan kekhusyukan beliau dalam ibadah “aatsaar” (bekas-bekas sujud) di dahi dan lutut beliau sangat jelas. Sampai-sampai Aisyah bertanya: “Kenapa engkau lakukan semua itu ya Rasulullah?”.

Mungkin dalam benak Aisyah beliau adalah Rasul, habib Allah, ma’shum dan dijamin masuk syurga. Jawaban beliau sangat sederhana menunjukkan ketawadhuan yang tinggi: “tidakkah saya seharusnya menjadi hamba yang bersyukur?”.

Dalam hal mu’amalat dan akhlak kita diingatkan begitu banyak contoh-contoh nyata dari kehidupan baginda Rasul. Bagaimana seorang wanita tua yang mengumpulkan kayu bakar di Mekah. Karena berat untuk diangkat oleh ha beliau meminta kepada orang-orang di sekitar Ka’bah untuk menolongnya. Tak seorang yang mau menolongnya kecuali seorang yang masih relatif muda. Dialah yang menggotong kayu bakar itu ke rumah sang wanita tua itu.

Tapi dalam perjalanan ke rumahnya sang wanita itu memburuk-burukkan seseorang bernama Muhammad. Yang menurutnya jahat, memecah belah, maka dinasehatinya anak muda itu untuk menjauhinya. Ternyata sang wanita tua itu tidak sadar bahwa anak muda yang membantunya itu adalah Muhammad. Sang anak muda itu hanya diam, sabar hingga sampai ke rumah sang wanita tua. Sang wanita pun bertanya siapa gerangan nama anak muda itu. Beliau dengan tenang menjawab bahwa beliulah Muhammad. Beliau memaafkan bahkan berusaha menenangkan sang wanita tua yang khawatir dan merasa malu. Sang wanita tua pun menerima beliau sebagai Rasulullah.

Kisah peminta-minta buta di Madinah dan seabrek kisah lainnya menggambarkan ketinggian dan keindahan akhlak Rasulullah SAW. Bahwa beliau memang orang yang memiliki keagungan prilaku yang tiada banding. Dipuji secara khusus oleh Pencipta langit dan bumi.

Sangat wajar jika beliau ditetapkan sebagai “tauladan” bagi kita semua. Tapi maukah kita menauladani beliau? Semoga!

Bersambung…!

Jamaica City, 13 September 2024

* Presiden Nusantara Foundation

Halaman:

Tags

Terkini

Mutiara Pagi: Ikhtiar (Bagian 2230)

Kamis, 4 Juni 2026 | 06:52 WIB

Mutiara Pagi: Ucapan (Bagian 2229)

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Diam atau Bersuara (Bagian 2228)

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:02 WIB

Mutiara Pagi: Ruang Perjumpaan (Bagian 2227)

Senin, 1 Juni 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:11 WIB

Mutiara Pagi: Logika (Bagian 2225)

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Simfoni Kerinduan (Bagian 2224)

Jumat, 29 Mei 2026 | 06:30 WIB

Mutiara Pagi: Manusia Paripurna (Bagian 2223)

Kamis, 28 Mei 2026 | 07:17 WIB

Mutiara Pagi: Delapan Benda Langit (Bagian 2221)

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:56 WIB

Mutiara Pagi: Musik dan Kehidupan (Bagian 2220)

Senin, 25 Mei 2026 | 07:45 WIB

Mutiara Pagi: Tangan Langit (Bagian 2219)

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:20 WIB

Mutiara Pagi: Istiqomah Terberat (Bagian 2218)

Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:09 WIB

Mutiara Pagi: Menulis Kisah (Bagian 2216)

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:43 WIB

Mutiara Pagi: Siklus Kehidupan ( Bagian 2215)

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Kata-kata Manusia (Bagian 2214)

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mutiara Pagi: Kesibukan (Bagian 2212)

Minggu, 17 Mei 2026 | 08:32 WIB