JournalNusantara.com - Donor darah adalah kegiatan sukarela di mana seseorang memberikan sebagian kecil darahnya untuk keperluan medis. Proses ini dilakukan di bank darah atau pusat donor darah.
Donor darah berperan penting dalam memastikan ketersediaan darah yang cukup dan aman di bank darah, sehingga dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan.
Baca Juga: SIPLah Itu Amanah Pemerintah, Jangan Dibikin Resah
Dilansir Hallodoc.com yang dikutip Sabtu (23/3/2024). Penelitian berjudul Cardiovascular risk in 159 934 frequent blood donors while addressing the healthy donor effect, yang terbit pada BMJ Journal menemukan, meneliti 160.000 wanita yang mendonorkan darahnya secara rutin selama lebih dari 10 tahun.
Baca Juga: Peringatan Pentingnya Hari Air Dunia
Menurut hasil studi di atas, donor darah menawarkan efek perlindungan jangka panjang terhadap penyakit kardiovaskular. Namun, efek ini hanya terlihat pada wanita dan bukan pada pria.
Kegiatan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri. Rajin mendonorkan darah kira-kira mampu menurunkan risiko serangan jantung hingga 88 persen.
Baca Juga: Sambangi Polres Tasikmalaya, Kapolda Jabar Sampaikan Hal Ini
Sebelum bisa mendonorkan darah, tentunya kamu harus melewati sejumlah pemeriksaan. Prosedur standarnya adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit serius.
Ada beberapa tes yang kamu perlu lakukan, seperti HIV, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, hingga malaria. Tujuannya untuk mencegah penularan penyakit melalui transfusi darah.
Prosedur ini juga menjadi “lampu kuning” bagi pendonor agar lebih memperhatikan kondisi kesehatannya sendiri. Jika terdeteksi gangguan, mereka bisa segera memeriksakan diri.
Semoga bermanfaat.***
Sumber : Hallodoc.com