JournalNusantara.com - Bagi pengidap gangguan pencernaan seperti sakit lambung, puasa di bulan Ramadan memberikan tantangan dan kecemasan tersendiri.
Pasalnya, puasa membuat pola dan waktu makan mengalami perubahan yang memicu perut kosong dalam rentang waktu yang cukup lama.
Baca Juga: Teh Putih Dipercaya Miliki Khasiat Turunkan Kanker
Kondisi ini lantas memicu asam lambung naik dan menimbulkan gejala yang tidak nyaman.
Dilansir Hallodoc.com yang dikutip Minggu (10/3/2024). Penyakit asam lambung atau dikenal dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju kerongkongan.
Baca Juga: Benturan Peradaban Semakin Mendesak Diselenggarakan Dialog Peradaban
Biasanya, kondisi ini disebabkan karena tidak berfungsinya Lower Esophageal Sphincter (LES), otot lambung penutup organ tersebut hingga akhirnya asam lambung kembali naik menuju kerongkongan.
Baca Juga: Konsumsi Teh Hitam Berkhasiat Turunkan Resiko Stroke
Minggu pertama puasa mungkin akan terasa sangat tidak nyaman bagi pengidap penyakit lambung karena tubuh yang masih beradaptasi dengan perubahan pola makan.
Meski demikian, kondisi ini seharusnya terus membaik pada minggu-minggu berikutnya.
Semoga bermanfaat.***
Sumber : Hallodoc.com