olahraga

Kiriman Surat Terbuka untuk Peter F Gontha

Minggu, 15 September 2024 | 12:01 WIB
Pemain naturalisasi timnas tengah menuai pro dan kontra. (Foto: Instagram.com/@timnasindonesia)

"Jangan lupa bahwa di era globalisasi ini, jadi hal yang umum di dunia, lagipula semua sudah diatur dalam statuta FIFA. Itu pun dilakukan negara tetangga kita, termasuk Australia yang menggunakan 12 pemain naturalisasi yang 9 di antaranya tak berdarah Australia. Bahkan Prancis saat juara dunia pun pemainnya tidak semua berdarah asli Prancis. Tapi negara lain tak ada yang ribut. Jadi hanya di Indonesia saja yang brisik sekali menyoal naturalisasi."

4. Apa kita bangsa besar?

"Bukan saya rasa demikian" jawabannya. Karena harus tegas bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Karenanya bersikaplah dan berjiwa besar dengan pemikiran yang besar. Bukan hanya sekadar membuat pernyataan yang mengundang reaksi miring publik di medsos.

5. Apakah Anda tau bahwa naturalisasi mereka hanya sementara, karena mereka mempunyai dua paspor. Nanti kalau sudah selesai main di Indonesia mereka akan buang status WNI mereka? (Saya tahu)

Pertama, kalau tahu apa Saudara bisa memberikan buktinya secara terbuka? Agar semua pihak bisa mengantisipasi.

Kedua, yang perlu Saudara ketahui bahwa sejak 6 Januari 2024 Belanda tidak lagi mengizinkan warganya berkewarganegaraan Ganda, sehingga tuduhan Saudara jelas tidak sesuai dengan fakta dan tak berdasarkan data.

Ketiga, Indonesia sendiri tidak menganut azas kewarganegaraan ganda, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2006, Pasal 9, yang menyatakan bahwa seseorang yang sudah memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi berkewarganegaraan ganda.

Dengan demikian, para pemain naturalisasi itu gugur kewarganegaraan yang sebelumnya, dan itu sudah dijelaskan kepada mereka sebelumnya.

Keempat, berdasarkan realita, pemain naturalisasi yang ada, belum ada satu pun yang sesuai tuduhan Saudara. Bahkan mereka yang tak berdarah Indonesia sekali pun. Misal Cristian Gonzáles asal Uruguay yang berjuang lama untuk bisa mendapat paspor Indonesia.

Gonzales yang sempat menjadi top skor baru resmi menjadi WNI pada 2011 dan sampai saat ini tetap cinta Indonesia dan selalu menonton langsung ke GBK untuk mendukung Timnas Indonesia saat bertanding.

"Yang luar biasa, Gonzales tidak pernah gembar gembor bila dengan uang pribadinya telah digunakan untuk membangun rumah ibadah di Kediri. Lalu mendirikan sekolah sepak bola modern guna mendukung kemajuan sepak bola Indonesia."

Pertanyaannya: "Kapan Saudara Peter akan melakukan hal itu? Bukankah sebagai seorang pengusaha sukses dananya lebih dari cukup?"

6. Apakah mereka mau membuang tunjangan sosial mereka di negaranya begitu saja?

Jawaban Saudara rasanya tidak.

Itu memang berat. Tapi, mereka berani lakukan ini semua tentunya sudah dipikirkan sangat matang dengan segala risikonya. Selain itu, penghasilan mereka sebagai pemain profesional tidak akan dihamburkan begitu saja agar tidak bergantung pada tunjangan sosial. Selain faktor lainnya yang kita tidak tahu.

Halaman:

Tags

Terkini

Mencerna Makanan Saat Sakit

Sabtu, 4 April 2026 | 10:43 WIB

Taktik Serangan Balik Sepakbola

Jumat, 3 April 2026 | 20:38 WIB