olahraga

Kiriman Surat Terbuka untuk Peter F Gontha

Minggu, 15 September 2024 | 12:01 WIB
Pemain naturalisasi timnas tengah menuai pro dan kontra. (Foto: Instagram.com/@timnasindonesia)

Salam olahraga,

Terkait dengan kegalauan saudara tentang pemain keturunan Timnas Indonesia, izinkan saya menanggapinya. Yang pertama terima kasih atas kepeduliannya, walau saudara tidak begitu paham sepak bola, karena bukan pemain, juga bukan pelatih sepak bola.

Yang kedua, saya menjawab 8 poin pertanyaan dan pernyataan yang Saudara unggah disini. Mengingat bila saya jawab di akun Saudara bisa terlalu panjang, dan khawatir saya diblock bila Saudara tidak berkenan. Lagipula kolom komennya pun saat ini sudah Saudara kunci.

1. Apakah Anda cinta PSSI?

Saya dan semua yang biasa nonton di Gelora Bung Karno (GBK) beserta jutaan insan sepak bola nasional tentu saja cinta. Kalau pun pernah sebal, itu bukan ke PSSI-nya, tapi dulu ke beberapa oknum pengurusnya.

2. Apakah Anda cinta bangsa?

Seperti Saudara, saya dan jutaan masyarakat Indonesia tentu saja cinta NKRI, kecuali bila mereka itu penghianat, termasuk para koruptor dan tentu saja yang tergabung separatisme.

3. Apakah Anda tidak malu lihat PSSI 9 pemainnya adalah bangsa asing yang dinaturalisasi? (Saya malu)

Bila Anda malu, itu urusan Anda. Karenanya agar tak malu, coba lakukan sesuatu yang bisa ikut membangun PSSI dengan cara bertindak, bukan menciptakan opini yang keliru.

Sedangkan saya dan semua yang biasa nonton di GBK beserta jutaan insan sepak bola yang biasa nobar atau nonton lewat layar kaca sama sekali tidak malu, bahkan bangga dan gembira.

Karena kami tahu bahwa program naturalisasi ini hanya bersifat sementara, alias program jangka pendek, sambil menunggu pembenahan persepakbolaan Indonesia menuju ke arah yang benar-benar profesional dan berprestasi.

Pembenahan itu bukan seperti sulap yang bisa sehari dua hari beres. Tapi butuh waktu panjang hingga tercapai sebuah industri sepak bola modern yang bisa menghasilkan banyak pemain berkualitas untuk Timnas Indonesia.

Lagipula basi bila masih bicara dikotomi pemain lokal dan naturalisasi. Ini sudah dibahas orang sejak lama, karena naturalisasi memang sudah ada sejak era kepengurusan PSSI sebelumnya.

Jadi Saudara kesiangan bila baru bicara saat ini, disaat euforia sepak bola kembali bergairah karena lolos hingga Ronde-3.

Halaman:

Tags

Terkini

Mencerna Makanan Saat Sakit

Sabtu, 4 April 2026 | 10:43 WIB

Taktik Serangan Balik Sepakbola

Jumat, 3 April 2026 | 20:38 WIB