berabad-abad berlalu sejak kepergianmu
dunia masih merindukan teladanmu
di tengah manusia yang melupakan nurani
ada cahaya pada gelapnya zaman ini
di antara gema selawat yang mengalun
namamu hadir meneduhkan hati
rindu kepadamu membuat hati tertegun
meski wajahmu tak pernah kujumpai
Engkau datang membawa cahaya
saat dunia tersesat kehilangan arah
menebar kasih kepada sesama
menuntun hati bersujud penuh pasrah
ketika kekuasaan datang menghampiri
engkau tetap memilih kesederhanaan
bukan berubah meninggikan diri
namun menjaga amanah yang dititipkan
Engkau ajarkan siddiq dalam berkata
agar kebenaran tak tunduk pada kepentingan
Engkau ajarkan amanah ketika berkuasa
agar jabatan tak berubah menjadi kesombongan
Engkau ajarkan tabligh dengan kebenaran
meski jalan terkadang penuh cobaan
Engkau ajarkan fathanah dalam keputusan
agar kebijaksanaan berjalan dengan keadilan
kulantunkan selawat kepadamu
namun malu menatap diri
begitu fasih kusebut namamu
namun jauh dari luhur pekertimu
“Ya Rasul, salam untukmu
rindu kami tertuju padamu
meski tak pernah menatap wajahmu
cintamu hidup di dalam kalbu”
Malang, 25 Agustus 2026
Salam sehat,
M. Sinal