JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR – Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian meresmikan fasilitas pengolahan air bersih Aquatower Filtration System di SD Negeri Kebonjeruk, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, pada Kamis (20/8/2026).
Pembangunan sarana pendukung sanitasi ini terwujud berkat kolaborasi antara Starbucks Foundation dan Planet Water Foundation. Fasilitas tersebut disiapkan guna mencukupi kebutuhan air bersih bagi sekitar 400 siswa dan guru, sekaligus menjangkau setidaknya 1.080 warga di sekitar lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian sektor swasta dan organisasi nirlaba terhadap kesehatan anak-anak sekolah.
Ia menegaskan, jaminan ketersediaan air yang higienis merupakan modal mendasar untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan sehat.
Bupati menekankan bahwa sarana Aquatower ini dapat difungsikan secara optimal, baik untuk dikonsumsi langsung sebagai air minum maupun pemenuhan sanitasi harian seperti mencuci tangan.
Mempertimbangkan ancaman musim kemarau dan efek iklim El Nino, Wahyu mengimbau seluruh elemen sekolah beserta warga sekitar untuk merawat aset tersebut secara bergotong royong.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana mereplikasi skema penyediaan air serupa ke wilayah-wilayah lain yang rawan terdampak kekeringan.
Selain penyediaan infrastruktur, Bupati juga mengingatkan publik pentingnya menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menghentikan pembalokan liar demi menjaga resapan air tanah.
"Saya berharap skema program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan seperti ini dapat menjadi rujukan bagi badan usaha lainnya," ujarnya.
Pemerintah daerah menginginkan bantuan swasta diprioritaskan pada program-program fisik jangka panjang yang langsung menyelesaikan persoalan krusial masyarakat.
Acara peresmian tersebut juga diintegrasikan dengan unjuk kebolehan para murid dalam memamerkan program unggulan karakter sekolah bertajuk BONJER, Nyantri, Nyunda, dan Nyakola.
Berbagai pertunjukan seni bertutur, qasidah, hingga kreasi budaya Sunda turut memeriahkan prosesi serah terima sertifikat dan kunci fasilitas.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata keselarasan antara pembangunan sarana fisik sanitasi dan penguatan mutu pendidikan karakter peserta didik.